asy-Syaikh Muhammad bin Saleh al-Utsaimin rahimahullah ditanya (artinya), “Bagaimana cara seorang muslim terhindar dari adzab kubur dan siksa neraka?”

Beliau rahimahullah menjawab (artinya), “Terhindar dari hal itu dengan mengerjakan amalan-amalan saleh yang mendekatkan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

Amalan saleh adalah suatu amalan yang terkumpul padanya 2 syarat; yang pertama adalah ikhlas hanya untuk Allah subhanahu wata’ala, yaitu seseorang tidak meniatkan ibadahnya kecuali hanya mengharap wajah Allah subhanahu wata’ala dan negeri akhirat.

Ia tidak meniatkan amalan ibadah tersebut karena riya’ (agar dilihat orang), menaikkan reputasi dan mendapat pujian dari manusia, juga bukan untuk mendapatkan bagian dari dunia.

Ia pun tidak mencampuri amalan tersebut dengan sesuatu yang ia buat-buat dalam urusan agama ini; Karena sungguh Allah subhanahu wata’ala tidaklah menerima suatu amalan, kecuali jika amalan itu ikhlas untuk-Nya, dan mencocoki syariat-Nya.

Dalil atas hal ini adalah firman Allah subhanahu wata’ala dalam hadits kudzi (aritnya), “Aku tidak butuh terhadap orang-orang musyrik atas kesyirikannya. Barangsiapa menyekutukan Aku dengan sesuatu yang lain, akan Ku tinggalakan ia bersama kesyirikannya‘” (HR. Muslim 2985). Juga sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam (artinya), “Siapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan dari kami, maka amalan tersebut tertolak” (HR. Muslim).

Dan juga termasuk sebab-sebab yang menyelamatkan seseorang dari adzab kubur yaitu dengan bersih dan suci dari air kencing. Karena telah tetap dalam suatu hadits riwayat al-Imam Muslim dan al Imam al-Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melewati 2 buah makam, lalu beliau bersabda (artinya),“Sesungguhnya mereka berdua benar-benar sedang diadzab, dan mereka tidaklah diadzab karena kesalahan yang besar” -perkara yang berat, bahkan karena perkara yang remeh-. Kemudian beliau melanjutkan, “adapun salah satu dari keduanya, maka ia tidak bersih dari air kencing (tidak menjaga diri dari percikan air kencing) , adapun yang lainnya, maka ia adalah orang yang suka mengadu domba”.

Diriwayatkan dari Nabi shallallahu alaihi wasallam beliau berkata (artinya)“Hindarkanlah diri kalian dari air kencing, karena mayoritas adzab kubur disebabkan hal itu”.

Dan diantara sebab terhindar dari adzab kubur adalah dengan memperbanyak doa meminta perlindungan dari adzab kubur; karena itulah Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan kita ketika bertasyahud dalam shalat untuk meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata’ala dari 4 perkara; yaitu dengan mengucapkan,

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّال

“Aku berlindung kepada Allah dari adzab Jahannam, adzab kubur dan aku juga berlindung kepada Allah dari fitnah kehidupan dan kematian, juga fitnah al-Masih ad-Dajjal”.

Sumber: http://binothaimeen.net

http://mahad-assalafy.com/2016/11/18/bagaimana-seorang-muslim-terhindar-adzab-kubur/